Kamis, 10 Januari 2013

Tolak Ukur Melalui Gadget?


 Seperti liburan 2 tahun sebelumnya,destinasi liburan gue ya tetep ke Jawa,ke tempat eyang. Tapi berbeda dari liburan yang sebelumnya,kenapa? Karena yang biasanya dari Sintang (rumah gue,yang belum pernah denger nama kota ini jangan merasa ngga gaul dulu,emang terpencil tempatnya.) ke Pontianak pake bemo sendiri dan disupirin Bokap untuk kali pertama kami mutusin untuk charter kendaraan dan ngga bareng Bokap,soalnya beliau sibuk. Yang artinya bukan Bokap gue yang nyupirin. Oke,mungkin kalian pada heran “emang kenapa kalo bukan Bokap lo yang nyetir? Terus gue harus bilan…..” Udah basi La basi. 

Bukan,bukan itu masalahnya. Bayangin lo sedang disupirin oleh seseorang yang gadget nya lagi in,Iphone 5,terlepas doi cast ataupun credit yang penting punya. Selain itu punya p-a-c-a-r,dan selama perjalanan kalimat-kalimat “udah sampe mana sayankesss…?” selalu terngiang dikuping lo. Maybe,kalo kalian menyaksikan peristiwa ini kalian bakal bingung mana supir mana tuannya(gue kalah keren soalnya).Masalah lainnya muncul ketika aroma gel yang digunakan doi memenuhi ruang mobil. Kaca yang tadinya bersih menjadi timbul bercak hijau seperti halnya lumut yang tersusun begitu rapi layaknya permadani disetiap sudutnya,mungkin terjadi reaksi kimia antara molekul aroma gel dan tentu saja dengan kaca mobil.

Waktu on the way,dengan gaya sok cool om supir ini masukin sebuah chip(bukan chips= keripik,tapi chip=memori gitu.) yang terlintas dalam benak gue saat itu doi bakalan muter-in lagu yang sedang in,sama seperti gadget yang doi pakai.

*krik*

*krik* *krik*

Ralat! Kami sama sekali ngga bawa hewan peliharaan,apalagi jangkrik.

60 detik berlalu,1 menit berlalu,23 detik berlalu…

Dangdut koplo mengalun dengan sadisnya,membuat lumut yang tumbuh dikaca(akibat reaksi tadi) menjadi bergoyang dengan syahdunya. Gue ilang feeling,Nyokap ilang feeling,Deo ilang feeling. Intinya kami bertiga ilang feeling.

Oke,gue salah dalam menilai kali ini. Yang gue pikir karna om supir ini memiliki Iphone 5,gadget yang sedang in dikalangan masyarakat doi akan memutar lagu seperti layaknya “kelas” gadget yang dimiliki.

Pelajaran yang gue dapet,gadget itu bukan tolak ukur tingkat selera musik seseorang. Bisa aja gadgetnya mahal tapi dalemnya dangdut koplo semua,atau bisa aja yang gadget standar justru dalemnya musik yang lebih berkelas,atau bisa juga gadgetnya mahal setara dengan selera musik sang pemiliknya,dapat pula gadgetnya standar mengikuti ke-standaran selera pemiliknya. So,jangan menilai selera musik atau apapun itu(yang kalian ingin nilai) dengan gadget atau unsur eksternal lain yang orang lain punya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar