Selasa, 20 Mei 2014

UN? Ora Et Labora!



Hari ini semua siswa SMA merasakan ketegangan yang sama. Hari ini hari penentuan dimana semua jerih payah selama tiga tahun ditentukan tiga hari. Jujur saja selama UN berlangsung, saya ingin menangis melihat soal-soal, hanya beberapa soal saja yang bisa saya kerjakan, setengahpun tidak. Teman-teman yang lain sibuk dengan kunci jawaban yang beredar, saya melihat sendiri mereka rela menyalin 20 paket kunci jawaban atau ada kunci jawaban yang sudah diketik dan di fotokopi dengan ukuran diperkecil agar mudah disembunyikan. Ada yang menyimpan didalam baju, di ikat pinggang, di tempat pensil, ada yang menggunakan handphone dan cara yang paling sering izin ke toilet.


Terlepas dari semua itu, saya seperti tidak yakin dengan amplop yang saya terima, yang menyatakan saya “Lulus”. Kenapa? Karna sekali lagi saya sama sekali tidak bisa menjawab soal tersebut, dan berdasarkan apa yang saya dengar, salah seorang mentor bimbel saya bilang soal UN ada yang soal PISA, hanya di terjemahkan saja ke dalam bahasa Indonesia. Apa itu PISA? PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi tentang program penilaian siswa tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) atau organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan. Bayangkan saja, kita diberi soal yang tidak pernah diajarkan sebelumnya bahkan melihat soal dengan tingkat kesulitan seperti itu saja boro-boro.

Tapi disini, saya tidak ingin memperterbal tulisan saya dengan ketidaksetujuan sistem UN yang mana menjadi pengukur kelulusan bukan menjadi pemetaan pendidikan.  Tapi saya disini ingin memberikan kesaksian bahwa, kita ngga bisa berdiri sendiri, kita ngga bisa hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri dan kita lupa ada elemen terpenting yang paling teratas dalam kehidupan kita yaitu mengandalkan Tuhan didalam hidup. Saya mungkin saja bisa tidak lulus kalau saya tidak mengandalkan Tuhan dan dengan sotoy saya bilang saya pasti lulus, saya mungkin saja bisa tidak lulus kalau setiap malam mama saya tidak berdoa meminta Tuhan untuk saya lulus. Saya tidak berusaha untuk melebih-lebihkan sesuatu. Tapi saya benar-benar seperti mimpi melihat isi amplop itu, dan memang benar Tuhan tidak akan tinggal diam, Tuhan tidak akan membiarkan sampai kita terjatuh.

Saya sempat takut akan hasil UN saat itu, karna teman saya hampir semua menggunakan kunci jawaban, hanya sedikit saja yang tidak menggunakan. Dan saya takut sekali kami yang tidak menggunakan ini (yang jujur) tidak lulus, dan mereka akan berkata ‘makanya Lo jangan sok suci, pake ngga mau segala. Ngga lulus kan Lo.’ Karna ketakutan yang tidak bisa saya pendam saya langsung bercerita pada mama saya, dan mama saya bilang ‘untuk apa kakak iri sama orang yang berbuat dosa, mungkin mereka bisa menang atau lolos disini tapi di dunia kerja sana mereka mau bilang apa?’ kira-kira seperti itulah yang mama saya katakan pada saya, tapi tetap saja rasa khawatir itu selalu saja muncul. Dan hampir setiap hari saya ‘menelpon’ Tuhan. Bahkan sempat saya bilang ke mama saya ‘ma, kalau ella ngga lulus gimana?’ ‘ya ngga papa, yang penting jujur.’ Paling tidak perkataan mama saya kala itu bisa menenangkan sedikit rasa takut saya. Saya selalu berdoa sama Tuhan agar saya bisa lulus, saya hanya minta lulus saja tanpa saya memedulikan lagi nilai yang saya peroleh, karna menurut saya untuk bisa lulus saja itu sudah lebih dari cukup. Tidak lama dari saya selesai melaksanakan UN ada firman Tuhan yang pas sekali untuk saya saat itu, saya lupa ada di mana dan pasal berapa, yang kalau saya tidak salah bunyinya seperti ini, kita ngga perlu iri dengan orang yang berdosa karna Tuhan sudah pasti akan menjamin masa depan kita. Dan menurut saya firman itu pas sekali karna saat itu saya selalu saja curhat dengan mama saya masalah teman yang menyontek dan saya takut dia lulus sedangkan saya tidak. Tapi Tuhan sudah menepati janjiNya pada saya, dan saya yakin Tuhan akan menepatinya pada kalian semua. Benar apa yang Tuhan bilang kalau Dia tidak akan pernah meninggalkan kita sampai tergeletak dia akan menahan kita agar tidak terjatuh.

Intinya; yakin dengan rencana Tuhan, Tuhan tidak akan meninggalkan kita sendiri. Dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup. Jangan lupa Ora Et Labora. God Bless You. :)