Hari ini semua siswa SMA merasakan ketegangan yang sama. Hari
ini hari penentuan dimana semua jerih payah selama tiga tahun ditentukan tiga
hari. Jujur saja selama UN berlangsung, saya ingin menangis melihat soal-soal,
hanya beberapa soal saja yang bisa saya kerjakan, setengahpun tidak. Teman-teman
yang lain sibuk dengan kunci jawaban yang beredar, saya melihat sendiri mereka
rela menyalin 20 paket kunci jawaban atau ada kunci jawaban yang sudah diketik
dan di fotokopi dengan ukuran diperkecil agar mudah disembunyikan. Ada yang
menyimpan didalam baju, di ikat pinggang, di tempat pensil, ada yang
menggunakan handphone dan cara yang paling sering izin ke toilet.
Terlepas dari semua itu, saya seperti tidak yakin dengan
amplop yang saya terima, yang menyatakan saya “Lulus”. Kenapa? Karna sekali
lagi saya sama sekali tidak bisa menjawab soal tersebut, dan berdasarkan apa
yang saya dengar, salah seorang mentor bimbel saya bilang soal UN ada yang soal
PISA, hanya di terjemahkan saja ke dalam bahasa Indonesia. Apa itu PISA? PISA
(Programme for International Student Assessment) adalah studi tentang program
penilaian siswa tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Organisation
for Economic Cooperation and Development (OECD) atau organisasi untuk kerjasama
ekonomi dan pembangunan. Bayangkan saja, kita diberi soal yang tidak pernah
diajarkan sebelumnya bahkan melihat soal dengan tingkat kesulitan seperti itu
saja boro-boro.
Tapi disini, saya tidak ingin memperterbal tulisan saya
dengan ketidaksetujuan sistem UN yang mana menjadi pengukur kelulusan bukan
menjadi pemetaan pendidikan. Tapi saya
disini ingin memberikan kesaksian bahwa, kita ngga bisa berdiri sendiri, kita
ngga bisa hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri dan kita lupa ada
elemen terpenting yang paling teratas dalam kehidupan kita yaitu mengandalkan
Tuhan didalam hidup. Saya mungkin saja bisa tidak lulus kalau saya tidak
mengandalkan Tuhan dan dengan sotoy saya bilang saya pasti lulus, saya mungkin
saja bisa tidak lulus kalau setiap malam mama saya tidak berdoa meminta Tuhan
untuk saya lulus. Saya tidak berusaha untuk melebih-lebihkan sesuatu. Tapi saya
benar-benar seperti mimpi melihat isi amplop itu, dan memang benar Tuhan tidak
akan tinggal diam, Tuhan tidak akan membiarkan sampai kita terjatuh.
Saya sempat takut akan hasil UN saat itu, karna teman
saya hampir semua menggunakan kunci jawaban, hanya sedikit saja yang tidak
menggunakan. Dan saya takut sekali kami yang tidak menggunakan ini (yang jujur)
tidak lulus, dan mereka akan berkata ‘makanya Lo jangan sok suci, pake ngga mau
segala. Ngga lulus kan Lo.’ Karna ketakutan yang tidak bisa saya pendam saya
langsung bercerita pada mama saya, dan mama saya bilang ‘untuk apa kakak iri
sama orang yang berbuat dosa, mungkin mereka bisa menang atau lolos disini tapi
di dunia kerja sana mereka mau bilang apa?’ kira-kira seperti itulah yang mama
saya katakan pada saya, tapi tetap saja rasa khawatir itu selalu saja muncul. Dan
hampir setiap hari saya ‘menelpon’ Tuhan. Bahkan sempat saya bilang ke mama
saya ‘ma, kalau ella ngga lulus gimana?’ ‘ya ngga papa, yang penting jujur.’ Paling
tidak perkataan mama saya kala itu bisa menenangkan sedikit rasa takut saya. Saya
selalu berdoa sama Tuhan agar saya bisa lulus, saya hanya minta lulus saja
tanpa saya memedulikan lagi nilai yang saya peroleh, karna menurut saya untuk
bisa lulus saja itu sudah lebih dari cukup. Tidak lama dari saya selesai
melaksanakan UN ada firman Tuhan yang pas sekali untuk saya saat itu, saya lupa
ada di mana dan pasal berapa, yang kalau saya tidak salah bunyinya seperti ini,
kita ngga perlu iri dengan orang yang berdosa karna Tuhan sudah pasti akan
menjamin masa depan kita. Dan menurut saya firman itu pas sekali karna saat itu
saya selalu saja curhat dengan mama saya masalah teman yang menyontek dan saya
takut dia lulus sedangkan saya tidak. Tapi Tuhan sudah menepati janjiNya pada
saya, dan saya yakin Tuhan akan menepatinya pada kalian semua. Benar apa yang
Tuhan bilang kalau Dia tidak akan pernah meninggalkan kita sampai tergeletak dia
akan menahan kita agar tidak terjatuh.
Intinya; yakin dengan rencana Tuhan, Tuhan tidak akan
meninggalkan kita sendiri. Dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup. Jangan lupa
Ora Et Labora. God Bless You. :)