Senin, 25 Februari 2013

RASA PENYESALAN BERSELIMUT KEPOLOSAN

Saat ketika aku dan keluarga ku diperjalanan menuju sebuah tempat pariwisata. Entah kenapa obrolan kami seakan menuju kesebuah titik mengenai “cara penanaman atau penyuburan tanaman dengan baik”. Absurd memang,itulah keluarga kami. Satu persatu dari kami secara otomatis mengemukakan pendapatnya. Ibu pun  bekata “Tanaman itu biar subur yaa dikasih pupuk,gitu aja kok repot.” “Tapi kan kalau ndak disiram yoo dikalikan nol wae.” Tanggap kakek dengan logat jawanya yang kental. Dengan bangga ayah berkata, “kenapa mesti repot-repot sih tanya aja ke ahli-nya nih.” Menunjuk dirinya dengan penuh rasa.



“Menurut Deo sih mestinya tanaman itu dikasih pupuk, terus rajin disiram,bakalan tumbuh sendiri dia.” Deo yang dari tadi diam tak disangka menyimak apa yang kami bicarakan,bahkan ikut ambil bagian dalam “diskusi” ini. “Tapi, caranya menggemukkan hewan ternak gimana?” tanya Cinta dengan muka serius. “Aku aja pernah coba menghidupkan kembali ayam-ayam ku yang sudah mati loh..” belum selesai Farel bercerita,dengan heran dan antusiasnya Cinta bertanya “ Hah,gimana caranya kenapa bisa? dan… bisa ngga?.”

“ Jadi gini ceritanya waktu itu aku beli 10 ekor anak ayam,masih keci-kecil. Eh ngga tau kenapa pada mati. Terus aku mendapat inspirasi dari ayahku saat dia menanam bibit cengkeh. Cengkeh itu akan subur jika diberi pupuk secukupnya dan disiram dua kali sehari. Otomatis aku mengikuti caranya dan aku praktikkan pada kasus ayam-ayam ku ini. Aku ambil ayam ku yang sudah mati lalu aku kubur dan aku beri kotoran sapi sebagai pupuk-nya. Lalu aku siram.”

 “Lalu apa hasilnya?” tanya Cinta. Dengan muka sedikit menyesal Farel menjawab “Ternyata cara yang selama ini ayahku berikan itu salah besar,buktinya saat aku praktikkan ke ayam-ayam ku dia tak kunjung hidup sampai sekarang.”

Ps: (Maaf kalo garing SPOOF-nya,ngga ditutup tadi,jadi lempem deh)